Ingin Olahraga Tapi Tidak Punya Cukup Ruang? Ini Tips Berolahraga Di Ruangan Sempit

Pemerintah telah menghimbau kepada warganya untuk tetap tinggal dirumah selama tidak memiliki kepentingan diluar seperti bekerja ataupun membeli persediaan makanan. Bahkan kini beberapa pemerintah daerah juga mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar  (PSBB).

Saat ibadah dimasjid pun diberlakukan hal ini, sehingga saat sholat diatas karpet masjid, di beri jarak aman antar satu jamaah dengan yang lain.

Hal itu merupakan respon dari jumlah pasien positif corona yang masih terus meningkat di Indonesia. Masyarakat masih terus diperingatkan untuk tinggal dirumah hingga situasi pandemic mulai mereda. Masjid banyak yang tutup.

Semakin lama berada dirumah tanpa kepastian tentu membuat banyak orang merasa bosan dan stress. Orang-orang mulai kebingungan untuk mencari aktivitas yang dapat mengisi hari-hari selama social distancing. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan untuk tetap aktif dan sehat adalah dengan olahraga.

Sayangnya, beberapa orang terkadang merasa tidak bisa melakukan olahraga dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak tahu olahraga apa, malas, hingga alasan tidak memiliki alat olahraga, karpet atau ruangan yang memadai untuk melakukan olahraga. Hal seperti itu bisa dialami oleh siapa saja termasuk ketika berada di ruang sempit seperti ruang isolasi bagi para pasien positif Covid-19.

olahraga untuk mengecilkan perut

Tips Olahraga Diruangan Sempit

Menurut Dr. Andi Kurniawan Sp.KO, olahraga tidak hanya sekedar meningkatkan imun saja namun justru menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit kronis. Tidak perlu olahraga yang rumit dan harus keluar rumah, meski Work From Home (WFH) pun orang masih bisa melakukan olahraga ringan di dalam kamar, contohnya dengan angkat beban atau senam aerobik.

Jika merasa bingung bagaimana melakukan gerakan angkat beban atau senam aerobic, kini denan kecanggihan teknologi semua orang bisa dengan mudah mengaksesnya melalui tayangan video. Tak hanya itu, saat ini juga sudah banyak tersedia aplikasi fitness yang dapat membantu saat berolahraga di dalam kamar.

Selain itu, Dokter yang juga Direktur SPPOI-Eminence tersebut juga memberikan rekomendasi gerakan cardio aerobik untuk dilakukan minimal selama 30 menit setiap hari, 150 menit dalam lima kali per minggu.

“Supaya terhindar dari penyakit kronis kita olahraga aerobik minimal 30 menit sehari. Seperti melakukan jumping jack, mountain climbers, jogging, angkat beban. Kalau ada treadmill di rumah bisa dipakai atau sepeda statis. Ini dilakukan supaya kita tidak mudah sakit pinggang dan bahu karena otot dilatih supaya tidak kaku dan tidak mudah cedera,” jelas Dr. Andi.

Jika ingin melakukan angkat beban dirumah pun bisa menggunakan alat seadanya. Mulai dari buku atau peralatan lain yang memiliki berat yang cukup untuk dijadikan beban angkatan. Dr. Andi sangat tidak menyarankan  untuk pergi ke pusat latihan gym di tengah pandemi wabah virus corona seperti saat ini.

“Jadi lebih baik tetap di rumah. Stay at home, stay healthy and stay active,” pesannya.

Reply